Shahih Bukhari Hadits 1168 - Tata Cara Shalat Ghaib
Pelaksanaan Shalat Ghaib untuk Raja An-Najasyi dengan Empat Takbir
Shahih Bukhari : 1168
Shahih BukhariNomor Hadis 1168
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumumkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya kemudian Beliau keluar menuju tempat shalat lalu Beliau membariskan shaf kemudian takbir empat kali.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam diperbolehkan melaksanakan shalat jenazah ghaib untuk muslim yang meninggal di tempat yang jauh.
- Shalat jenazah ghaib dikerjakan dengan mengatur shaf jamaah dan melakukan empat kali takbir.
- Memberitahukan kabar kematian saudara seiman agar dishalatkan adalah tindakan yang baik dan dianjurkan.
