Shahih Bukhari Hadits 1318 - Sikap Tegas Abu Dzar Terhadap Harta Simpanan
Perbedaan Pendapat Abu Dzar dan Muawiyah Tentang Menimbun Harta
Shahih Bukhari : 1318
Shahih BukhariNomor Hadis 1318
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي هَاشِمٍ سَمِعَ هُشَيْمًا أَخْبَرَنَا حُصَيْنٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ مَرَرْتُ بِالرَّبَذَةِ فَإِذَا أَنَا بِأَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقُلْتُ لَهُ مَا أَنْزَلَكَ مَنْزِلكَ هَذَا قَالَ كُنْتُ بِالشَّأْمِ فَاخْتَلَفْتُ أَنَا وَمُعَاوِيَةُ فِي { الَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ } قَالَ مُعَاوِيَةُ نَزَلَتْ فِي أَهْلِ الْكِتَابِ فَقُلْتُ نَزَلَتْ فِينَا وَفِيهِمْ فَكَانَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ فِي ذَاكَ وَكَتَبَ إِلَى عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَشْكُونِي فَكَتَبَ إِلَيَّ عُثْمَانُ أَنْ اقْدَمْ الْمَدِينَةَ فَقَدِمْتُهَا فَكَثُرَ عَلَيَّ النَّاسُ حَتَّى كَأَنَّهُمْ لَمْ يَرَوْنِي قَبْلَ ذَلِكَ فَذَكَرْتُ ذَاكَ لِعُثْمَانَ فَقَالَ لِي إِنْ شِئْتَ تَنَحَّيْتَ فَكُنْتَ قَرِيبًا فَذَاكَ الَّذِي أَنْزَلَنِي هَذَا الْمَنْزِلَ وَلَوْ أَمَّرُوا عَلَيَّ حَبَشِيًّا لَسَمِعْتُ وَأَطَعْتُ
Zaid bin Wahb Diriwayatkan dari:
Saat aku melewati Zabdah, aku bertemu dengan Abu Dzar radliyallahu 'anhu, lalu aku bertanya kepadanya: "Apa yang menyebabkanmu sampai menetap di tempat ini?". Dia menjawab: "Sebelumnya aku tinggal di Syam, namun aku berselisih dengan Mu'awiyah tentang ayat: {walladziina yaknizuunadz dzahaba wal fidhdhata walaa yunfiquunahaa fii sabiilillah}. Muawiyah berkata: ayat ini turun pada Ahli kitab, sedangkan aku berkata: ayat ini turun kepada kita dan mereka. Hal inilah yang menjadikan aku berselisih dengannya. Lalu dia mengirim surat kepada 'Utsman radliyallahu 'anhu mengeluhkanku.Akhirnya 'Utsman radliyallahu 'anhu mengirim surat kepadaku agar aku datang ke Madinah. Lalu aku mendatanginya, kemudian orang-orang mengerumuniku seakan-akan mereka belum pernah melihatku sebelumnya, lalu aku mengabarkan hal itu kepada 'Utsman. Lalu ia mengatakan kepadaku: "Jika engkau mau, engkau boleh meninggalkannya, dan engkau akan menjadi lebih dekat (denganku)". Kejadian itulah yang menjadikan aku tinggal di sini. Seandainya seorang budak Habsyi memerintahku, sungguh aku akan mendengar dan mentaatinya".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Boleh terjadi perbedaan pemahaman dan tafsir di kalangan para sahabat Nabi, dan hal itu disikapi dengan bijaksana oleh pemimpin.
- Ketaatan dan kepatuhan kepada pemimpin pemerintahan adalah prinsip penting walau terdapat perbedaan pandangan agama.
- Keberanian Abu Dzar dalam menyuarakan kebenaran menjadi peringatan keras bagi para penimbun kekayaan di masa itu.
