Shahih Bukhari Hadits 1391 - Larangan Jual Beli Buah Sebelum Matang
Hadits Larangan Menjual Buah Sebelum Terlihat Layak Panen
Shahih Bukhari : 1391
Shahih BukhariNomor Hadis 1391
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا وَكَانَ إِذَا سُئِلَ عَنْ صَلَاحِهَا قَالَ حَتَّى تَذْهَبَ عَاهَتُهُ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menjual kurma sampai nampak kebaikannya (matang) dan bila ditanya tentang kebaikannya Beliau menjawab bila hama (suatu yang nampak sebagai resiko) sudah hilang".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dilarang menjual hasil buah-buahan di pohon sebelum terlihat jelas kematangannya.
- Syarat buah boleh dijual adalah ketika risiko hama atau kerusakan sudah lewat.
- Islam melarang transaksi jual beli yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) yang bisa merugikan.
