Shahih Bukhari Hadits 1518 - Larangan Menggauli Istri Sebelum Selesai Sa'i Umrah
Ketentuan Hubungan Suami Istri Saat Masih Rangkaian Umrah
Shahih Bukhari : 1518
Shahih BukhariNomor Hadis 1518
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَأَلْنَا ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَيَقَعُ الرَّجُلُ عَلَى امْرَأَتِهِ فِي الْعُمْرَةِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ سَبْعًا ثُمَّ صَلَّى خَلْفَ الْمَقَامِ رَكْعَتَيْنِ وَطَافَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَقَالَ { لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ } قَالَ وَسَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَقَالَ لَا يَقْرَبُ امْرَأَتَهُ حَتَّى يَطُوفَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ
'Amru Diriwayatkan dari:
Kami pernah bertanya kepada Ibnu 'Umar radliyallahu 'anhuma: "Apakah seorang suami boleh berhubungan dengan isterinya dalam pelaksanaan 'umrah sebelum dia melaksanakan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah?" Dia menjawab: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah datang ke Baitullah untuk haji, Beliau thawaf di Baitullah tujuh kali putaran kemudian shalat dua raka'at di belakang Maqam (Ibrahim) lalu melakukan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah.Kemudian dia membaca: {LAQOD KAANA LAKUM FII RASUULILLAAHI USWATUN HASANAH} (Sungguh telah ada bagi kalian suri teladan yang baik pada (diri) Rasulullah) (Al Ahzab: 21).Berkata: Dan aku ('Amru) pernah pula bertanya kepada Jabir bin 'Abdullah radliyallahu 'anhuma tentang hal ini. Maka dia berkata: "Janganlah orang itu mendekati isterinya hingga dia melaksanakan sa'iy antara bukit Shafaa dan Marwah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang jamaah umrah belum terbebas dari larangan ihram sampai ia menyelesaikan keseluruhan ibadah sa'i.
- Dilarang keras melakukan hubungan suami istri di sela-sela ibadah umrah, terutama sebelum sa'i dan tahallul tuntas.
- Pentingnya mengikuti secara persis urutan ibadah yang telah dicontohkan oleh Nabi sebagai suri teladan utama.
