Shahih Bukhari Hadits 1520 - Thawaf Wada' Berkendaraan Saat Waktu Subuh
Keringanan Pelaksanaan Thawaf Perpisahan di Waktu Subuh
Shahih Bukhari : 1520
Shahih BukhariNomor Hadis 1520
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ زَيْنَبَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا شَكَوْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ يَحْيَى بْنُ أَبِي زَكَرِيَّاءَ الْغَسَّانِيُّ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَهُوَ بِمَكَّةَ وَأَرَادَ الْخُرُوجَ وَلَمْ تَكُنْ أُمُّ سَلَمَةَ طَافَتْ بِالْبَيْتِ وَأَرَادَتْ الْخُرُوجَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أُقِيمَتْ صَلَاةُ الصُّبْحِ فَطُوفِي عَلَى بَعِيرِكِ وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ فَفَعَلَتْ ذَلِكَ فَلَمْ تُصَلِّ حَتَّى خَرَجَتْ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Aku mengadu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada saya [Muhammad bin Harb] telah menceritakan kepada kami Abu Marwan Yahya bin Abu Zakariya' Al Ghassaniy dari [Hisyam] dari ['Urwah] dari Ummu Salamah radliyallahu 'anha, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwaRasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata ketika Beliau berada di Makkah dan hendak keluar darinya, sedangkan Ummu Salamah belum melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah dan dia juga hendak keluar (dari Makkah), Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: "Jika shalat Shubuh sudah dibacakan iqamahnya maka thawaf lah kamu diatas untamu saat orang-orang sedang melaksanakan shalat". Maka aku laksanakan perintah itu dan aku tidak shalat (sunnah thawaf) hingga aku keluar (dari Baitullah)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang sedang sakit tetap diwajibkan berusaha menyelesaikan thawaf, meski harus dengan bantuan kendaraan.
- Diperbolehkan melaksanakan putaran thawaf di saat jamaah lain sedang melaksanakan shalat wajib jika ada uzur.
- Shalat sunnah dua rakaat setelah thawaf bisa ditunda pengerjaannya sampai keluar dari Baitullah dalam kondisi tertentu.
