Shahih Bukhari Hadits 1525 - Mengucapkan Takbir dan Memberi Isyarat pada Hajar Aswad
Tata Cara Istilam Hajar Aswad dari Atas Kendaraan
Shahih Bukhari : 1525
Shahih BukhariNomor Hadis 1525
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَافَ بِالْبَيْتِ وَهُوَ عَلَى بَعِيرٍ كُلَّمَا أَتَى عَلَى الرُّكْنِ أَشَارَ إِلَيْهِ بِشَيْءٍ فِي يَدِهِ وَكَبَّرَ
Ibnu Abbas Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan thawaf di Ka'bah Baitullah di atas untanya dan setiap kali sampai pada Ar Rukun (Al Hajar Al Aswad) Beliau memberi isyarat kepadanya dengan sesuatu yang ada di tangan Beliau lalu bertakbir.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak ada kewajiban mutlak untuk mencium Hajar Aswad jika kondisi sedang sangat ramai atau jamaah sedang berada di atas kendaraan.
- Mengangkat tangan atau menggunakan alat sebagai isyarat ke arah Hajar Aswad adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah.
- Mengucapkan kalimat takbir adalah hal yang mengiringi isyarat tersebut saat melewati Rukun Hajar Aswad.
