Shahih Bukhari Hadits 1638 - Haid Setelah Thawaf Ifadhah
Hukum Wanita Haid Usai Menyelesaikan Thawaf Ifadhah
Shahih Bukhari : 1638
Shahih BukhariNomor Hadis 1638
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَاضَتْ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَحَابِسَتُنَا هِيَ قَالُوا إِنَّهَا قَدْ أَفَاضَتْ قَالَ فَلَا إِذًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Shafiyyah binti Huyay, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengalami haidh. Berita itu lantas disampaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Beliau berkata: "Apakah dia akan menyusahkan kita?" Orang-orang berkata: "Dia telah ikut bertolak pada hari Nahar (untuk thawaf)." Maka Beliau berkata: "Kalau begitu tidak."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Thawaf Ifadhah adalah rukun haji yang sangat menentukan kelanjutan ibadah seseorang.
- Wanita haid bebas dari kewajiban thawaf wada' asalkan sudah selesai melakukan thawaf ifadhah.
- Agama Islam selalu memberikan jalan keluar dan tidak bermaksud menyusahkan umatnya.
