Shahih Bukhari Hadits 1713 - Membawa Senjata Saat Perjanjian Umrah
Menepati Perjanjian Saat Masuk Makkah dengan Senjata
Shahih Bukhari : 1713
Shahih BukhariNomor Hadis 1713
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اعْتَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذِي الْقَعْدَةِ فَأَبَى أَهْلُ مَكَّةَ أَنْ يَدَعُوهُ يَدْخُلُ مَكَّةَ حَتَّى قَاضَاهُمْ لَا يُدْخِلُ مَكَّةَ سِلَاحًا إِلَّا فِي الْقِرَابِ
Al Bara' Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan 'umrah pada bulan Dzul Qa'dah namun penduduk Makkah enggan membolehkan Beliau memasuki kota Makkah hingga akhirnya Beliau sepakat untuk tidak memasuki Makkah dengan membawa senjata terhunus kecuali dalam sarungnya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibadah umrah sah dan sangat diperbolehkan untuk dilaksanakan pada bulan Dzul Qa'dah.
- Seorang muslim wajib untuk setia menepati kesepakatan dan perjanjian yang sudah disetujui dengan pihak lain.
- Senjata tajam boleh dibawa masuk ke wilayah suci Makkah asalkan tetap berada rapat di dalam sarungnya demi menjaga keamanan bersama.
