Shahih Bukhari Hadits 1793 - Mencium Pasangan
Kasih Sayang Rasulullah: Mencium Istri Ketika Berpuasa
Shahih Bukhari : 1793
Shahih BukhariNomor Hadis 1793
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ وَهُوَ صَائِمٌ ثُمَّ ضَحِكَتْ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] berkata: telah mengabarkan kepada saya [bapakku] dari 'Aisyah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan telah diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Maslamah] dari [Malik] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari 'Aisyah radliyallahu 'anha berkata:Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencium sebagian isteri-isterinya sementara beliau sedang berpuasa. Kemudian 'Aisyah tertawa.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menunjukkan kasih sayang sederhana seperti mencium istri di siang hari tidak otomatis membuat puasa seseorang menjadi batal atau rusak.
- Ibadah puasa tidak seharusnya menjadi alasan hilangnya sikap lembut, ramah, dan romantis seorang suami kepada istri di dalam rumah.
- Diperbolehkan bagi seseorang menceritakan pengalaman rumah tangganya selama bertujuan untuk mengajarkan suatu hukum atau kebaikan kepada umat.
