Shahih Bukhari Hadits 1794 - Haid dan Puasa
Akhlak Suami Istri: Tidur Bersama Istri Saat Sedang Haid
Shahih Bukhari : 1794
Shahih BukhariNomor Hadis 1794
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ زَيْنَبَ ابْنَةِ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ أُمِّهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ بَيْنَمَا أَنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمِيلَةِ إِذْ حِضْتُ فَانْسَلَلْتُ فَأَخَذْتُ ثِيَابَ حِيضَتِي فَقَالَ مَا لَكِ أَنَفِسْتِ قُلْتُ نَعَمْ فَدَخَلْتُ مَعَهُ فِي الْخَمِيلَةِ وَكَانَتْ هِيَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلَانِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ وَكَانَ يُقَبِّلُهَا وَهُوَ صَائِمٌ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam bin Abu 'Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salamah] dari [Zainab putri Ummu Salamah] dari ibunya radliyallahu 'anhuma berkata:Ketika aku bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam satu selimut tiba-tiba aku mengalami haidh maka aku diam-diam pergi lalu aku mengambil pakaian khusus haidhku, Beliau berkata: "Ada apa denganmu, apakah kamu mengalami hadil?" Aku jawab: "Ya". Lalu aku masuk ke dalam selimut bersama Beliau." Ummu Salamah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah pula mandi bersama dari satu ember air. Dan Beliau juga menciumnya padahal Beliau sedang berpuasa."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seorang suami tetap boleh dan dianjurkan tidur dalam satu ranjang atau selimut dengan istrinya meskipun sang istri sedang dalam siklus haid.
- Dianjurkan bagi suami istri untuk sesekali mandi bersama dari satu tempat air demi menambah kasih sayang dan keharmonisan rumah tangga.
- Wanita yang sedang haid sama sekali tidak berstatus najis tubuhnya, sehingga interaksi fisik yang wajar selain hubungan badan tetap dihalalkan.
