Shahih Bukhari Hadits 1795 - Junub di Ramadhan

Menemui Waktu Fajar Ramadhan Dalam Keadaan Belum Mandi Wajib

Shahih BukhariNomor Hadis 1795

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ وَأَبِي بَكْرٍ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِي رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ حُلْمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendapati masuknya waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan Beliau junub, lalu Beliau mandi dan shaum.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Status puasa di bulan Ramadhan tetap dihukumi sah meskipun seseorang belum sempat mandi wajib ketika waktu subuh tiba.
  • Terlambat melaksanakan mandi junub hingga pagi hari tidak membatalkan niat dan jalannya ibadah puasa.
  • Melakukan hubungan suami istri di malam hari pada bulan Ramadhan adalah perbuatan yang wajar dan dihalalkan dalam agama.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami