Shahih Bukhari Hadits 1886 - Konsistensi I'tikaf Nabi Hingga Akhir Hayat
Rutinitas I'tikaf Rasulullah dan Istri-Istrinya Sepanjang Masa
Shahih Bukhari : 1886
Shahih BukhariNomor Hadis 1886
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadlan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri Beliau beri'tikaf setelah kepergian Beliau.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Beribadah hendaknya dilakukan secara istiqamah dan berkesinambungan tanpa henti hingga datangnya kematian (ajal).
- Amalan ibadah i'tikaf di akhir bulan Ramadhan tidak hanya dianjurkan bagi laki-laki, tetapi juga berlaku sunnah bagi wanita.
- Keluarga yang baik akan senantiasa mewariskan kebiasaan ibadah dan amal shalih kepada generasi di bawahnya.
