Shahih Bukhari Hadits 1885 - Sunnah I'tikaf Sepuluh Hari Terakhir
Menjaga Sunnah I'tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
Shahih Bukhari : 1885
Shahih BukhariNomor Hadis 1885
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ أَنَّ نَافِعًا أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari Ramadlan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- I'tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah tuntunan sunnah yang sangat disukai oleh Nabi Muhammad.
- Memutuskan diri sejenak dari kebisingan urusan dunia dapat membantu menghadirkan ketenangan batin dalam bermunajat.
- Setiap muslim hendaknya menjadikan ibadah i'tikaf sebagai momen introspeksi diri untuk menebus kesalahan masa lalu.
