Shahih Bukhari Hadits 1891 - Nadzar I'tikaf
Hukum Menunaikan Nadzar I'tikaf di Masjidil Haram
Shahih Bukhari : 1891
Shahih BukhariNomor Hadis 1891
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ عُمَرَ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُنْتُ نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ قَالَ فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
'Umar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, katanya: "Aku pernah bernadzar di zaman Jahiliyyah untuk beri'tikaf dalam satu malam di Al Masjidil Haram." Maka Beliau berkata: "Tunaikanlah nadzarmu itu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wajib menunaikan nadzar yang berisi amal ibadah dan ketaatan kepada Allah.
- Nadzar ibadah yang diucapkan sebelum masuk Islam tetap dianjurkan untuk ditunaikan setelah muslim.
- I'tikaf boleh dilakukan untuk jangka waktu singkat, seperti satu malam.
