Shahih Bukhari Hadits 1890 - Interaksi I'tikaf dan Haid

Bolehkah Wanita Haid Menyentuh Suami yang Beri'tikaf?

Shahih BukhariNomor Hadis 1890

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَاشِرُنِي وَأَنَا حَائِضٌ وَكَانَ يُخْرِجُ رَأْسَهُ مِنْ الْمَسْجِدِ وَهُوَ مُعْتَكِفٌ فَأَغْسِلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mencumbui aku ketika aku sedang haidl dan Beliau juga pernah mengeluarkan kepala Beliau dari masjid ketika sedang beri'tikaf lalu aku membasuh rambut Beliau sedangkan aku saat itu sedang haidh.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Wanita yang sedang haid diperbolehkan menyentuh atau melayani suaminya.
  • Orang yang beri'tikaf boleh menjaga kebersihan diri seperti mencuci rambut.
  • Tubuh atau tangan wanita haid tetap suci secara fisik untuk berinteraksi sehari-hari.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami