Shahih Bukhari Hadits 2047 - Larangan Menjual Buah Sebelum Kemerahan
Syarat Berubah Warna Menjadi Merah atau Kuning dalam Jual Beli Kurma
Shahih Bukhari : 2047
Shahih BukhariNomor Hadis 2047
حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ الْهَيْثَمِ حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا حُمَيْدٌ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا وَعَنْ النَّخْلِ حَتَّى يَزْهُوَ قِيلَ وَمَا يَزْهُو قَالَ يَحْمَارُّ أَوْ يَصْفَارُّ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepadaku ['Ali bin Al Haitsam] telah menceritakan kepada kami Mu'allaa bin Manshur Ar Raziy telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepada kami [Humaid] telah menceritakan kepada kami Anas bin Malik radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwaBeliau melarang menjual buah-buahan hingga jelas kebaikan dan (melarang pula menjual) kurma hingga sempurna. Ada yang bertanya: "Apa tanda sempurnanya?" Beliau menjawab: "Ia menjadi merah atau kuning."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kualitas buah yang diperjualbelikan harus nampak secara fisik dengan mata sebelum transaksi terjadi.
- Tanda kurma mencapai kesempurnaan adalah warnanya yang berubah menjadi dominan merah atau kuning.
- Pembeli sangat dilindungi haknya agar tidak membeli sesuatu yang masih belum jelas manfaatnya.
