Shahih Bukhari Hadits 2200 - Bekerja Lebih Mulia daripada Meminta
Kemuliaan Mencari Nafkah Sendiri dan Pantang Meminta-minta
Shahih Bukhari : 2200
Shahih BukhariNomor Hadis 2200
حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ أَحْبُلًا فَيَأْخُذَ حُزْمَةً مِنْ حَطَبٍ فَيَبِيعَ فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهِ وَجْهَهُ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أُعْطِيَ أَمْ مُنِعَ
Az Zubair bin Al 'Awwam Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya dengan kayu itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bekerja keras memeras keringat mencari nafkah halal adalah kemuliaan besar, tidak peduli sekecil atau seremeh apa pun pekerjaan tersebut.
- Mengemis dan meminta-minta belas kasihan orang lain adalah perbuatan yang merendahkan martabat dan menjatuhkan harga diri seorang Muslim.
- Rezeki sedikit yang didapatkan dari hasil usaha keras sendiri akan mendatangkan rasa kecukupan di hati dan keberkahan dari Allah.
