Shahih Bukhari Hadits 2238 - Membatalkan Pembebasan Budak

Mendahulukan Kebutuhan Pribadi Sebelum Pembebasan Budak

Shahih BukhariNomor Hadis 2238

حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ عَبْدًا لَهُ لَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ فَرَدَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَابْتَاعَهُ مِنْهُ نُعَيْمُ بْنُ النَّحَّامِ

Jabir Diriwayatkan dari:

Ada seseorang membebaskan budak miliknya padahal tidak ada harta baginya selain budak itu. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengembalikan kepadanya lalu di beli oleh Nu'aim bin An Nahham.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Kewajiban utama manusia adalah mengamankan urusan makan dan nafkah bagi kelangsungan hidup sebelum bersedekah total.
  • Seorang pemimpin berwenang membatalkan ikrar derma jika keputusan derma itu merusak kelangsungan ekonomi warganya.
  • Pengembalian status budak dari hasil ikrar bersyarat menjadikannya kembali barang dagangan normal.
  • Sistem ekonomi syariah dibangun demi menghalangi tumbuhnya angka penduduk miskin karena perilaku sedekah ceroboh.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami