Shahih Bukhari Hadits 2522 - Larangan Praktik Najasy dan Etika Muamalah
Panduan Etika Jual Beli dan Larangan Praktik Najasy
Shahih Bukhari : 2522
Shahih BukhariNomor Hadis 2522
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَبِعْ حَاضِرٌ لِبَادٍ وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا يَزِيدَنَّ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلَا يَخْطُبَنَّ عَلَى خِطْبَتِهِ وَلَا تَسْأَلْ الْمَرْأَةُ طَلَاقَ أُخْتِهَا لِتَسْتَكْفِئَ إِنَاءَهَا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Janganlah orang yang hadir (orang kota) membeli untuk yang tidak hadir (orang desa), dan janganlah seseorang menyewa melakukan najasy dan janganlah kalian melebihkan harga tawaran barang (yang sedang ditawar) saudaranya dan janganlah pula seseorang meminang (wanita) pinangan saudaranya dan janganlah seorang istri meminta suaminya menceraikan saudaranya (istri suaminya yang lain) demi untuk mencukupi periuknya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Larangan memanipulasi harga pasar melalui praktik najasy atau penawaran barang secara palsu.
- Menjaga kehormatan sesama Muslim dengan tidak menyerobot barang dagangan yang sedang diproses orang lain.
- Dilarang merusak kebahagiaan rumah tangga orang lain, seperti istri yang menuntut cerai madunya demi keuntungan pribadi.
