Shahih Bukhari Hadits 2732 - Pelaksanaan Shalat Qashar Safar

Aturan Memulai Qashar Shalat Saat Memulai Perjalanan Jauh

Shahih BukhariNomor Hadis 2732

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِالْمَدِينَةِ الظُّهْرَ أَرْبَعًا وَالْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ وَسَمِعْتُهُمْ يَصْرُخُونَ بِهِمَا جَمِيعًا

Anas Diriwayatkan dari:

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Zhuhur di Madinah empat raka'at dan shalat 'Ashar di Dzul Hulaifah dua raka'at dan aku mendengar mereka (para sahabat) mengeraskan (bacaan talbiyyah) pada keduanya (hajji dan 'umrah) secara bersamaan.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Keringanan meringkas shalat safar hanya mulai berlaku sah ketika pelancong telah melewati garis batas kota tempat asalnya.
  • Selama belum keluar dari area mukim aslinya, seseorang tetap berkewajiban menyempurnakan shalat sesuai jumlah rakaat biasa.
  • Membaca lafal talbiyah dengan suara lantang adalah perbuatan sunnah saat bersiap memakai pakaian ihram haji maupun umrah.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami