Shahih Bukhari Hadits 2919 - Akad Bagi Hasil Pertanian
Perjanjian Pertanian Bagi Hasil Khaibar dan Ketegasan Umar
Shahih Bukhari : 2919
Shahih BukhariNomor Hadis 2919
حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَجْلَى الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا ظَهَرَ عَلَى أَهْلِ خَيْبَرَ أَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ الْيَهُودَ مِنْهَا وَكَانَتْ الْأَرْضُ لَمَّا ظَهَرَ عَلَيْهَا لِلْيَهُودِ وَلِلرَّسُولِ وَلِلْمُسْلِمِينَ فَسَأَلَ الْيَهُودُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتْرُكَهُمْ عَلَى أَنْ يَكْفُوا الْعَمَلَ وَلَهُمْ نِصْفُ الثَّمَرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُقِرُّكُمْ عَلَى ذَلِكَ مَا شِئْنَا فَأُقِرُّوا حَتَّى أَجْلَاهُمْ عُمَرُ فِي إِمَارَتِهِ إِلَى تَيْمَاءَ وَأَرِيحَا
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
'Umar bin Al Khaththab mengusir Yahudi dan Nashara dari bumi Hijaz (Arab) dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menaklukan penduduk Khaibar juga berniat akan mengusir Yahudi dari wilayah itu. Dan wilayah itu ketika dahulu ditaklukan menjadi milik Yahudi, Rasulullah dan Kaum Muslimin.Lalu orang-orang Yahudi meminta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar memperkenankan mereka menggarapnya dengan imbalan mereka mendapat setengah dari hasil buahnya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kami sepakat kalian menggarapnya namun terserah kami (batas waktunya)." Akhirnya mereka setuju hingga kemudian pada masa kekuasaan 'Umar, beliau mengusir mereka ke wilayah Tayma' dan Ariha.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Dalam kajian fiqih, umat Islam dibolehkan melakukan kerjasama bisnis bagi hasil (muzara'ah) dengan non-muslim yang terpercaya.
- Pemimpin berhak menambahkan syarat khusus yang menguntungkan posisi umat dalam perjanjian dengan pihak di luar Islam.
- Kebijakan berani Umar bin Khattab merelokasi penduduk Yahudi demi stabilitas nasional pertahanan kawasan Jazirah Arab.
