Shahih Bukhari Hadits 3303 - Adab dan Cara Nabi Menyampaikan Hadits
Cara Berbicara Rasulullah yang Tenang dan Tidak Terburu-buru
Shahih Bukhari : 3303
Shahih BukhariNomor Hadis 3303
حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ صَبَّاحٍ الْبَّزَّارُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُحَدِّثُ حَدِيثًا لَوْ عَدَّهُ الْعَادُّ لَأَحْصَاهُ وَقَالَ اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ أَلَا يُعْجِبُكَ أَبُو فُلَانٍ جَاءَ فَجَلَسَ إِلَى جَانِبِ حُجْرَتِي يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسْمِعُنِي ذَلِكَ وَكُنْتُ أُسَبِّحُ فَقَامَ قَبْلَ أَنْ أَقْضِيَ سُبْحَتِي وَلَوْ أَدْرَكْتُهُ لَرَدَدْتُ عَلَيْهِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَسْرُدُ الْحَدِيثَ كَسَرْدِكُمْ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyampaikan suatu hadits yang seandainya diulang oleh seseorang pasti aku mengingatnya.Dan [Al Laits] berkata: telah bercerita kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] bahwa dia berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Urwah bin Az Zubair] dari 'Aisyah bahwa dia berkata:Tidakkah kamu heran dengan Abu Fulan, yang dia datang lalu duduk di samping kamarku menyampaikan suatu hadits yang katanya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia bermaksud memperdengarkannya kepadaku yang saat itu aku sedang bertasbih (berdzikir), lalu dia pergi sebelum aku menyelesaikan dzikirku. Seandainya aku sempat menemuinya tentu aku akan menolaknya (tidak membenarkannya) karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menyampaikan hadits secara berturut-turut sebagaimana yang kalian sampaikan. (maksudnya menyampaikan hadits sekian banyak dalam satu waktu).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah tidak pernah terburu-buru dalam menyampaikan hadits atau berbicara, melainkan selalu dengan ritme yang pelan dan jelas.
- Pentingnya memperhatikan adab berbicara dan menyampaikan ilmu, agar apa yang disampaikan bisa dicerna dengan baik oleh pendengar.
- Aisyah sangat menjaga kemurnian penyampaian hadits dan tidak segan untuk meluruskan kekeliruan cara penyampaian pada masanya.
