Sunan Ibnu Majah Hadits 1674 - Mencium Saat Puasa dan Menahan Syahwat

Mencium Pasangan Saat Puasa dan Kemampuan Menahan Hasrat

Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1674

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ وَهُوَ صَائِمٌ وَأَيُّكُمْ يَمْلِكُ إِرْبَهُ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْلِكُ إِرْبَهُ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mencium padahal beliau sedang berpuasa, maka siapakah dari kalian yang mampu mengendalikan hasratnya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mampu mengendalikannya?

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Rasulullah SAW melakukan aktivitas mencium istrinya dalam keadaan sedang menjalankan ibadah puasa.
  • Kebolehan mencium istri saat puasa menuntut kemampuan penuh dalam mengendalikan hasrat atau hawa nafsu.
  • Rasulullah SAW adalah sosok yang paling mampu menahan dan mengendalikan hasratnya dibandingkan manusia lainnya.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami