Sunan Ibnu Majah Hadits 372 - Mandi dari Wadah Bekas Adonan
Hukum Bersuci Menggunakan Wadah Bekas Adonan Kue
Sunan Ibnu Majah : 372
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 372
حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْأَشْعَرِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أُمِّ هَانِئٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ وَمَيْمُونَةَ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ فِي قَصْعَةٍ فِيهَا أَثَرُ الْعَجِينِ
Ummu Hani` Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan Maimunah pernah mandi dari satu bejana dalam satu ember besar bekas adonan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mandi bersama antara suami dan istri boleh menggunakan wadah besar seperti ember bekas adonan.
- Sisa zat yang suci seperti bekas adonan tepung di dalam wadah tidak otomatis membuat air menjadi tidak sah untuk bersuci.
- Islam memberikan kemudahan dalam memanfaatkan sarana yang ada di rumah untuk keperluan bersuci.
