Sunan an-Nasai Hadits 1399 - Tata Cara Dua Khutbah Jumat
Tata Cara Dua Khutbah Jumat dengan Duduk di Antaranya
Sunan an-Nasai : 1399
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1399
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ الْخُطْبَتَيْنِ وَهُوَ قَائِمٌ وَكَانَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا بِجُلُوسٍ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan dua khutbah sambil berdiri, dan memisahkan keduanya dengan duduk.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pelaksanaan ibadah khutbah Jumat terbagi menjadi dua bagian yang masing-masing harus disampaikan secara mandiri.
- Khatib diwajibkan untuk berdiri sempurna saat membacakan materi khutbah jika kondisi fisiknya memadai.
- Duduk tenang secara singkat di antara kedua khutbah berguna sebagai pemisah dan bentuk tertib ibadah.
