Sunan an-Nasai Hadits 1621 - Amalan 10 Malam Terakhir
Cara Nabi Menghidupkan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan
Sunan an-Nasai : 1621
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1621
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ أَحْيَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Bila telah masuk tanggal sepuluh (Ramadlan) maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghidupkan malam. Beliau membangunkan keluarganya dan mengikat kainnya (menjauhi istri).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan.
- Sebagai kepala keluarga, seorang muslim harus mengajak dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.
- Fokus ibadah penuh (seperti itikaf) menuntut kita untuk menahan kesenangan duniawi sejenak.
