Sunan an-Nasai Hadits 1622 - Pola Tidur Nabi
Kebiasaan Tidur dan Bangun Nabi untuk Shalat Malam
Sunan an-Nasai : 1622
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1622
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَالَ أَتَيْتُ الْأَسْوَدَ بْنَ يَزِيدَ وَكَانَ لِي أَخًا صَدِيقًا فَقُلْتُ يَا أَبَا عَمْرٍو حَدِّثْنِي مَا حَدَّثَتْكَ بِهِ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَتْ كَانَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَيُحْيِي آخِرَهُ
Abu Ishaq Diriwayatkan dari:
Aku datang kepada [Al Aswad bin Yazid] -dia adalah teman sekaligus saudara bagiku- lalu berkata: 'Wahai Abu Amru, ceritakan kepadaku apa yang telah diceritakan oleh [Aisyah] kepadamu tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? ' la menjawab: 'Aisyah berkata: "Rasulullah tidur pada awal malam dan menghidupkan akhir malam dengan ibadah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah mencontohkan keseimbangan antara hak tubuh untuk beristirahat dan kewajiban beribadah.
- Sunnah untuk segera tidur di awal malam agar tidak kesulitan bangun di sepertiga malam terakhir.
- Waktu terbaik untuk mendirikan shalat malam (tahajud) adalah di akhir malam.
