Sunan an-Nasai Hadits 1642 - Perbandingan Pahala Posisi Shalat Berdiri, Duduk, dan Berbaring
Rincian Pahala Berdasarkan Posisi Berdiri, Duduk, dan Tiduran Saat Shalat
Sunan an-Nasai : 1642
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1642
أَخْبَرَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ حُسَيْنٍ الْمُعَلِّمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الَّذِي يُصَلِّي قَاعِدًا قَالَ مَنْ صَلَّى قَائِمًا فَهُوَ أَفْضَلُ وَمَنْ صَلَّى قَاعِدًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَائِمِ وَمَنْ صَلَّى نَائِمًا فَلَهُ نِصْفُ أَجْرِ الْقَاعِدِ
Imran bin Hushain Diriwayatkan dari:
Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang orang yang shalat sambil duduk, lalu beliau bersabda: "Barangsiapa shalat dengan berdiri maka itu lebih utama. Barangsiapa shalat dengan duduk maka baginya setengah pahala dari pahala shalat yang dilakukan dengan berdiri. Barangsiapa shalat dengan tiduran maka baginya setengah pahala dari pahala shalat Yang dilakukan dengan duduk."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Posisi berdiri adalah sikap tubuh paling mulia dan paling utama saat mendirikan shalat.
- Pemilihan posisi shalat sunnah bagi orang yang sehat berbanding lurus dengan jumlah pahala yang akan diterimanya.
- Shalat sambil berbaring atau tiduran adalah opsi paling terakhir dengan nilai pahala paling kecil bagi orang yang tidak beruzur.
- Islam sangat fleksibel memberikan banyak pilihan posisi ibadah agar umatnya tidak meninggalkan shalat sama sekali.
