Sunan an-Nasai Hadits 1839 - Bukan Golongan Nabi Jika Meratap ala Jahiliyah
Bukan Bagian dari Umat Nabi Jika Meratapi Musibah Kematian
Sunan an-Nasai : 1839
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1839
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنِي زُبَيْدٌ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan termasuk golongan kami yang menampar pipi, merobek saku dan berseru dengan seruan Jahiliyyah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam melarang umatnya meniru gaya kesedihan orang Jahiliyah.
- Menampar wajah sendiri saat berduka menunjukkan ketidaksabaran atas takdir.
- Mengucapkan kata-kata yang tidak pantas atau menggugat Tuhan saat musibah sangat dilarang.
- Sabar berarti mampu mengontrol tindakan fisik dan lisan saat hati sedang terpukul.
