Sunan an-Nasai Hadits 1944 - Tata Cara Shalat Ghaib untuk Najasyi
Panduan Pelaksanaan Shalat Jenazah Secara Ghaib
Sunan an-Nasai : 1944
Sunan an-NasaiNomor Hadis 1944
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَخَاكُمْ النَّجَاشِيَّ قَدْ مَاتَ فَقُومُوا فَصَلُّوا عَلَيْهِ فَقَامَ فَصَفَّ بِنَا كَمَا يُصَفُّ عَلَى الْجَنَازَةِ وَصَلَّى عَلَيْهِ
Jabir Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Saudara kalian An Najasyi telah meninggal dunia, berdirilah dan shalatilah ia." Lalu beliau berdiri dan berbaris bersama kami seperti berbaris untuk melaksanakan shalat jenazah dan beliau pun melaksanakan shalat atasnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat ghaib disyariatkan secara sah untuk mendoakan saudara sesama muslim yang meninggal di tempat atau negeri yang jauh.
- Umat Islam perlu saling mendoakan dan peduli pada nasib muslimin di negara lain tanpa memandang jarak tempat tinggal.
- Barisan atau shaf untuk shalat ghaib disusun persis seperti ketika melaksanakan ibadah shalat jenazah biasa.
