Sunan an-Nasai Hadits 209 - Memahami Darah Penyakit Sebagai Hentakan Rahim
Darah Istihadhah Sebagai Hentakan dari Rahim
Sunan an-Nasai : 209
Sunan an-NasaiNomor Hadis 209
أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ الَّتِي كَانَتْ تَحْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَأَنَّهَا اسْتُحِيضَتْ لَا تَطْهُرْ فَذُكِرَ شَأْنُهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ وَلَكِنَّهَا رَكْضَةٌ مِنْ الرَّحِمِ فَلْتَنْظُرْ قَدْرَ قَرْئِهَا الَّتِي كَانَتْ تَحِيضُ لَهَا فَلْتَتْرُكْ الصَّلَاةَ ثُمَّ تَنْظُرْ مَا بَعْدَ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Ummu Habibah binti Jahsy -istri Abdurrahman bin Auf- mengalami istihadhah dan tidak suci, maka dia mengadukan keadaannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Beliau lalu bersabda kepadanya: "Ini bukan haid, tetapi hentakan dari rahim. maka lihatlah kebiasaan masa haid, kemudian tinggalkan shalat saat itu, dan lihat apa yang terjadi setelah itu. Kemudian mandilah pada setiap akan mengerjakan shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah memberikan pemahaman medis bahwa istihadhah disebabkan oleh hentakan atau masalah pada pembuluh di dalam rahim.
- Wanita harus benar-benar memperhatikan rentang waktu haidnya untuk membedakan antara waktu terlarang beribadah dan waktu wajib beribadah.
- Dalam beberapa keadaan khusus, mandi setiap kali masuk waktu shalat menjadi anjuran penyucian yang ditekankan bagi yang sedang istihadhah.
