Sunan an-Nasai Hadits 2146 - Nabi Menyambung Puasa Sya'ban dan Ramadhan
Kebiasaan Nabi Menyambung Puasa Bulan Sya'ban dan Ramadhan
Sunan an-Nasai : 2146
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2146
أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا أَنَّهُ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ
Ummu Salamah Diriwayatkan dari:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut, hanya saja beliau menyambung bulan Sya'ban dengan Ramadlan.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bulan Sya'ban diisi dengan porsi ibadah puasa sunnah yang jauh lebih banyak oleh Nabi dibanding bulan lain.
- Nabi tidak memaksakan diri berpuasa full dua bulan selain Sya'ban demi menyeimbangkan hak badan dan keluarganya.
- Berpuasa sunnah secara terus-menerus dapat dijadikan sarana pemanasan tubuh sebelum berpuasa wajib sebulan nanti.
