Sunan an-Nasai Hadits 2258 - Puasa Musafir
Fleksibilitas Menjalankan Ibadah Puasa Bagi Orang yang Safar
Sunan an-Nasai : 2258
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2258
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَمْرٍو قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّوْمِ فِي السَّفَرِ فَقَالَ إِنْ شِئْتَ أَنْ تَصُومَ فَصُمْ وَإِنْ شِئْتَ أَنْ تُفْطِرَ فَأَفْطِرْ
Hamzah bin 'Amru Diriwayatkan dari:
Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang puasa dalam perjalanan? Beliau bersabda: 'Jika engkau ingin berpuasa, berpuasalah dan jika engkau ingin berbuka, berbukalah'.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Agama Islam selalu memberikan kelonggaran dan sangat mempertimbangkan keadaan fisik seseorang, terutama saat safar.
- Pilihan untuk melanjutkan berpuasa atau tidak saat bepergian diserahkan kepada hak masing-masing individu.
- Bertanya dan meminta panduan mengenai hukum agama adalah hal yang baik agar ibadah sesuai dengan petunjuk Nabi.
