Sunan an-Nasai Hadits 2273 - Kedamaian dalam Perbedaan Amalan
Hadits Sunan An-Nasai 2273 Tentang Kedamaian dalam Perbedaan Puasa
Sunan an-Nasai : 2273
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2273
أَخْبَرَنِي أَيُّوبُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ الْمُنْذِرِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَجَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُمَا سَافَرَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَصُومُ الصَّائِمُ وَيُفْطِرُ الْمُفْطِرُ وَلَا يَعِيبُ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ
Telah mengabarkan kepadaku [Ayyub bin Muhammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Marwan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dari [Abu Nadlrah Al Mundzir] dari [Abu Sa'id] dan [Jabir bin 'Abdullah] bahwasanya keduanya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka yang ingin berpuasa, berpuasa, dan yang ingin berbuka, berbuka. Orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Harmoni dan kerukunan sesama muslim jauh lebih utama daripada sekadar memperdebatkan pilihan keringanan ibadah yang dibolehkan.
- Setiap orang berhak menyesuaikan ibadahnya dengan kemampuan fisiknya masing-masing saat sedang melakukan perjalanan jauh.
- Teladan dari sahabat ini mengajarkan kita untuk tidak mudah merasa paling benar atau paling suci dibandingkan orang lain.
