Sunan an-Nasai Hadits 2277 - Sejarah Kewajiban Fidyah Puasa
Sejarah Kewajiban Fidyah Puasa dalam Hadits Sunan An-Nasai 2277
Sunan an-Nasai : 2277
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2277
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ أَنْبَأَنَا بَكْرٌ وَهُوَ ابْنُ مُضَرَ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ بُكَيْرٍ عَنْ يَزِيدَ مَوْلَى سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَكْوَعِ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ } كَانَ مَنْ أَرَادَ مِنَّا أَنْ يُفْطِرَ وَيَفْتَدِيَ حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي بَعْدَهَا فَنَسَخَتْهَا
Salamah bin Al Akwa' Diriwayatkan dari:
Ketika ayat ini turun "Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak puasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin " di antara kami ada yang ingin berbuka dan membayar fidyah, hingga turun ayat selanjutnya, lalu ayat tersebut menghapusnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukum-hukum dalam agama Islam sering diturunkan secara bertahap agar umat lebih mudah menyesuaikan diri dalam menerimanya.
- Ketetapan membayar fidyah sebagai pengganti puasa bagi orang yang badannya sehat dan mampu telah dihapus oleh ayat selanjutnya.
- Ketaatan para sahabat yang selalu cepat mengikuti setiap perubahan aturan dan syariat sesuai dengan bimbingan Al-Qur'an.
