Sunan an-Nasai Hadits 2459 - Zakat Fitrah dan Puasa Asyura
Sejarah Awal Zakat Fitrah di Masa Puasa Asyura
Sunan an-Nasai : 2459
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2459
أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ قَالَ كُنَّا نَصُومُ عَاشُورَاءَ وَنُؤَدِّي زَكَاةَ الْفِطْرِ فَلَمَّا نَزَلَ رَمَضَانُ وَنَزَلَتْ الزَّكَاةُ لَمْ نُؤْمَرْ بِهِ وَلَمْ نُنْهَ عَنْهُ وَكُنَّا نَفْعَلُهُ
Qais bin Saad bin Ubadah Diriwayatkan dari:
Kami dahulu berpuasa 'Asyura dan menunaikan zakat fitrah. Setelah turun ayat tentang Ramadlan dan kewajiban zakat, kami tidak diperintah menunaikannya dan tidak pula dilarang, namun kami terus melaksanakannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sahabat dulu terbiasa mengerjakan puasa Asyura sebelum datang kewajiban puasa Ramadhan.
- Ibadah zakat fitrah ternyata sudah lama dikerjakan oleh para sahabat sejak masa-masa awal Islam.
- Amalan ibadah yang tidak dilarang walau perintah wajibnya telah diubah, masih baik untuk dijaga.
- Sahabat sangat suka merutinkan sedekah meski perintah tertulisnya berubah bentuk.
