Sunan an-Nasai Hadits 2727 - Hukum Mengalungi Hewan Kurban Haji

Hukum Mengalungi Hewan Kurban dan Status Ihram

Sunan an-NasaiNomor Hadis 2727

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا عَامِرٌ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ إِنْ كُنْتُ لَأَفْتِلُ قَلَائِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يُقِيمُ وَلَا يُحْرِمُ

Aisyah Diriwayatkan dari:

Sungguh saya pernah menganyam beberapa kalung hewan kurban Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau bermukim dan tidak berihram.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Dianjurkan memberikan tanda berupa kalung (taqlid) pada hewan kurban yang dikirim ke tanah suci.
  • Mengirim hewan kurban ke Makkah tidak secara otomatis menjadikan seseorang berstatus ihram.
  • Seorang istri sangat dianjurkan untuk ikut membantu suami dalam mempersiapkan kebutuhan ibadah haji atau kurbannya.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami