Sunan an-Nasai Hadits 2747 - Mengirim Hewan Kurban Tanpa Ihram
Hukum Mengirim Hewan Kurban Meski Tidak Berihram
Sunan an-Nasai : 2747
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2747
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ قَالَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائَشَةَ قَالَتْ لَقَدْ رَأَيْتُنِي أَفْتِلُ قَلَائِدَ هَدْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْغَنَمِ فَيَبْعَثُ بِهَا ثُمَّ يُقِيمُ فِينَا حَلَالًا
Aisyah Diriwayatkan dari:
Sungguh saya telah melihat diriku menganyam beberapa kalung hewan kurban Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau mengirimnya kemudian bermukim di antara kami dalam keadaan halal.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan mengirim hewan kurban ke Tanah Suci Makkah meskipun pemiliknya tidak ikut berangkat menunaikan haji atau umrah.
- Seseorang yang mengirim hewan kurban dari kampung halamannya tetap berstatus halal dan tidak terkena larangan-larangan ihram.
- Memberi kalung atau penanda pada hewan kurban merupakan sunnah untuk membedakannya dari hewan ternak biasa dan agar aman di perjalanan.
