Sunan an-Nasai Hadits 2795 - Hukum Fikih Menikah Saat Ihram
Tanya Jawab Umar bin Ubaidullah dan Aban bin Utsman Tentang Hukum Menikah Saat Ihram
Sunan an-Nasai : 2795
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2795
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ نُبَيْهِ بْنِ وَهْبٍ قَالَ أَرْسَلَ عُمَرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْمَرٍ إِلَى أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ يَسْأَلُهُ أَيَنْكِحُ الْمُحْرِمُ فَقَالَ أَبَانُ إِنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ حَدَّثَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْكِحُ الْمُحْرِمُ وَلَا يَخْطُبُ
Nubaih bin Wahb Diriwayatkan dari:
Umar bin 'Ubaidullah bin Ma'mar mengirim utusan kepada Aban bin Utsman bertanya kepadanya: Apakah orang yang berihram boleh menikah? Kemudian [Aban] menjawab: [Utsman bin Affan] telah menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh orang yang berihram menikah, dan melamar."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bertanya kepada orang yang lebih berilmu sangat dianjurkan saat kita ragu tentang suatu hukum ibadah.
- Orang yang sedang dalam keadaan ihram secara mutlak dilarang untuk menikah atau melamar.
- Keputusan hukum agama harus selalu dikembalikan kepada sabda dan petunjuk dari Rasulullah.
