Sunan an-Nasai Hadits 2937 - Praktik Memotong Rambut Menggunakan Anak Panah
Prosesi Tahallul Sederhana di Atas Bukit Marwah
Sunan an-Nasai : 2937
Sunan an-NasaiNomor Hadis 2937
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَسَنُ بْنُ مُسْلِمٍ أَنَّ طَاوُسًا أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ عَنْ مُعَاوِيَةَ أَنَّهُ قَصَّرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِشْقَصٍ فِي عُمْرَةٍ عَلَى الْمَرْوَةِ
Mu'awiyah Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Ibnu Juraij], ia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Al Hasan bin Muslim] bahwa [Thawus] telah mengabarkan kepadanya bahwa [Ibnu Abbas] telah mengabarkan kepadanya dari [Mu'awiyah] bahwa ia memendekkan rambut Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan bagian anak panah yang tajam ketika berumrah di atas Marwah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bukit Marwah adalah titik akhir dari rute perjalanan ibadah sa'i sekaligus menjadi titik awal disunnahkannya tahallul.
- Diperbolehkan untuk memakai benda apa pun yang dirasa tajam dan aman sebagai pengganti alat potong rambut yang biasa.
- Para sahabat kerap merasa sangat terhormat bila diberi kesempatan langka untuk melayani kebutuhan pribadi Rasulullah.
