Sunan an-Nasai Hadits 3230 - Kewajiban Memenuhi Syarat Nikah
Pentingnya Menepati Janji dan Syarat dalam Akad Nikah
Sunan an-Nasai : 3230
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3230
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ تَمِيمٍ قَالَ سَمِعْتُ حَجَّاجًا يَقُولُ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَحَقَّ الشُّرُوطِ أَنْ يُوَفَّى بِهِ مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوجَ
'Alqamah bin 'Amir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Syarat yang paling berhak ditunaikan adalah yang dapat menghalalkan kemaluan."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Janji akad pernikahan adalah tanggung jawab berat yang harus ditepati oleh pihak suami.
- Mahar dan syarat sah pernikahan tidak boleh ditunda pembayarannya atau diabaikan tanpa alasan yang dibenarkan.
- Menjaga amanah serta kejujuran dalam ikatan suami istri adalah bagian dari wujud ketaatan kepada agama.
