Sunan an-Nasai Hadits 3237 - Larangan Menghimpun Wanita dan Bibinya
Haramnya Poligami yang Melibatkan Wanita dan Tantenya
Sunan an-Nasai : 3237
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3237
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ عَبْدِ الوَهَّابِ بْنِ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُلَيْحٍ عَنْ يُونُسَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي قُبَيْصَةُ بْنُ ذُؤَيْبٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجْمَعَ بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا وَالْمَرْأَةِ وَخَالَتِهَا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menggabungkan (memperistri dua wanita dalam satu waktu), yaitu antara seorang wanita dan saudara wanita ayahnya (bibi jalur ayah) dan antara seorang wanita dan saudara wanita ibunya (bibi jalur ibu).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak sah dan haram hukumnya pernikahan seseorang yang menjadikan seorang wanita sekaligus bibinya sebagai istri bersamaan.
- Syariat Islam senantiasa mengutamakan keutuhan silaturahmi keluarga di atas hasrat atau keinginan personal untuk berpoligami.
- Batas larangan ini meliputi semua jenis kedudukan bibi kandung dari orang tua, baik yang sekandung sebapak maupun yang seibu.
