Sunan an-Nasai Hadits 3238 - Hukum Menikahi Istri dan Bibinya
Menjaga Etika Kekerabatan dalam Memilih Istri Kedua
Sunan an-Nasai : 3238
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3238
أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ رَبِيعَةَ حَدَّثَهُ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ وَعَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ تُنْكَحَ الْمَرْأَةُ عَلَى عَمَّتِهَا أَوْ خَالَتِهَا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Maryam], ia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] bahwa [Ja'far bin Rabi'ah] menceritakan kepadanya dari ['Irak bin Malik] serta [Abdur Rahman Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau melarang seorang wanita dinikahi sebagai madu saudara wanita ayahnya (bibi jalur ayah) atau saudara wanita ibunya (bibi jalur ibu).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sebuah pernikahan dinilai tidak sah bila sengaja menghimpun sosok bibi dan keponakannya untuk satu pria yang sama.
- Memelihara dan menjaga perasaan kerabat dari pihak perempuan adalah bagian penting dari adab berumah tangga dalam Islam.
- Agama Islam mengambil tindakan pencegahan dengan menutup seluruh akses yang berisiko memutuskan tali persaudaraan keluarga.
