Sunan an-Nasai Hadits 3347 - Hukum Menjatuhkan Talak Saat Istri Sedang Haid
Hukum Menjatuhkan Talak Saat Istri Sedang Haid
Sunan an-Nasai : 3347
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3347
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ يُونُسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ يُونُسَ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عُمَرَ رَجُلٌ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَقَالَ أَتَعْرِفُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ فَإِنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ فَأَتَى عُمَرُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يُرَاجِعَهَا ثُمَّ يَسْتَقْبِلَ عِدَّتَهَا قُلْتُ لَهُ إِذَا طَلَّقَ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ أَيَعْتَدُّ بِتِلْكَ التَّطْلِيقَةِ فَقَالَ مَهْ وَإِنْ عَجَزَ وَاسْتَحْمَقَ
Yunus bin Jubair Diriwayatkan dari:
Saya katakan kepada [Ibnu Umar]: seorang laki-laki menceraikan isterinya ketika ia dalam keadaan haid. Kemudian ia berkata: tahukah engkau Abdullah bin Umar, ia menceraikan isterinya ketika ia dalam keadaan haid, kemudian Umar datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya kepadanya. Lalu beliau memerintahkannya agar kembali kepada isterinya kemudian menghadapi 'iddahnya.Saya katakan kepadanya: apabila seorang laki-laki menceraikan isterinya ketika ia dalam keadaan haid, apakah ia menghitung penceraian tersebut? Maka ia berkata: diamlah, apabila ia tidak mampu dan berpura-pura bodoh.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Suami dianjurkan merujuk istrinya jika ia menceraikannya saat sedang dalam keadaan haid.
- Talak yang dijatuhkan ketika istri sedang haid tetap dihitung sah dan jatuh secara hukum.
- Pentingnya bertanya kepada ahli ilmu sebelum mengambil keputusan besar dalam urusan rumah tangga.
