Sunan an-Nasai Hadits 3362 - Sekadar Berduaan di Kamar Tidak Menghalalkan Rujuk
Sekadar Berduaan di Kamar Tidak Menghalalkan Rujuk
Sunan an-Nasai : 3362
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3362
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ عَنْ رَزِينِ بْنِ سُلَيْمَانَ الْأَحْمَرِيِّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ يُطَلِّقُ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا فَيَتَزَوَّجُهَا الرَّجُلُ فَيُغْلِقُ الْبَابَ وَيُرْخِي السِّتْرَ ثُمَّ يُطَلِّقُهَا قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَ بِهَا قَالَ لَا تَحِلُّ لِلْأَوَّلِ حَتَّى يُجَامِعَهَا الْآخَرُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا أَوْلَى بِالصَّوَابِ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya mengenai seorang laki-laki yang mencerai isterinya tiga kali, kemudian wanita tersebut dinikahi laki-laki yang lain, kemudian menutup pintu dan mengulurkan tabir, kemudian mencerainya sebelum menggaulinya. Maka beliau bersabda: "Ia tidak halal bagi orang yang pertama hingga orang yang lain menggaulinya."Abu Abdur Rahman berkata: hal ini lebih benar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Perbuatan sekadar menutup pintu dan berduaan di ruangan privasi tidak sah dihitung sebagai perbuatan menggauli istri secara agama.
- Suami pertama baru dihalalkan jika benar-benar telah dijumpai bukti terjadinya persetubuhan oleh pihak suami yang kedua.
- Penjelasan ulama yang menolak rekayasa berduaan dianggap jauh lebih benar dan paling sesuai dengan semangat keluhuran syariat Islam.
