Sunan an-Nasai Hadits 3747 - Memilih Antara Nadzar Baik dan Buruk
Kewajiban Melaksanakan Nadzar yang Baik dan Menjauhi Maksiat
Sunan an-Nasai : 3747
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3747
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ قَالَ حَدَّثَنِي طَلْحَةُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللَّهَ فَلَا يَعْصِهِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bernadzar untuk mentaati Allah maka hendaknya ia mentaati-Nya, dan barangsiapa bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Segala bentuk nadzar yang mengarah pada ibadah dan amal saleh wajib untuk ditepati.
- Nadzar tidak bisa dijadikan pembenaran atau alasan untuk melegalkan perbuatan dosa.
- Islam memberikan aturan bahwa ketaatan lebih utama daripada sekadar mempertahankan ucapan lisan yang keliru.
