Sunan an-Nasai Hadits 3808 - Bahaya Sistem Bagi Hasil Sepihak
Tingginya Adab Taat Pada Larangan Sistem Qabalah Tanah
Sunan an-Nasai : 3808
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3808
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ قَالَ رَافِعُ بْنُ خَدِيجٍ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا وَأَمْرُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الرَّأْسِ وَالْعَيْنِ نَهَانَا أَنْ نَتَقَبَّلَ الْأَرْضَ بِبَعْضِ خَرْجِهَا تَابَعَهُ إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُهَاجِرٍ
Rafi' bin Khadij Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kita dari perkara yang dahulu bermanfaat bagi kita, dan perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sesuatu yang wajib. Beliau telah melarang kita untuk menerima tanah dengan sebagian hasilnya. Hadits tersebut disetujui oleh Ibrahim bin Muhajir.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Skema kompensasi menyewakan tanah yang sangat bergantung pada kelancaran satu petak hasil bumi tertentu dihukumi terlarang karena tidak adil.
- Mengedepankan dan menjunjung kemauan tuntunan Nabi adalah harga mati yang tidak bisa ditukar oleh godaan uang keuntungan semu.
- Agama melarang dengan ketat semua praktik bisnis yang berat sebelah atau berpotensi melempar kerugian utuh hanya pada nasib masyarakat kecil.
