Sunan an-Nasai Hadits 3820 - Anjuran Menggarap Tanah dan Larangan Muhaqalah
Aturan Menyewakan Lahan dan Anjuran Menggarap Tanah Pertanian
Sunan an-Nasai : 3820
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3820
أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُحَاقَلَةِ وَالْمُزَابَنَةِ وَالْمُخَابَرَةِ وَعَنْ الثُّنْيَا إِلَّا أَنْ تُعْلَمَ وَفِي رِوَايَةِ هَمَّامِ بْنِ يَحْيَى كَالدَّلِيلِ عَلَى أَنَّ عَطَاءً لَمْ يَسْمَعْ مِنْ جَابِرٍ حَدِيثَهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَزْرَعْهَا
Jabir Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari muhaqalah, muzabanah dan mukhabarah, serta dari tsunya (mengecualikan dalam akad jual beli sesuatu yang tidak jelas) kecuali diberitahukan. Dan dalam riwayat Hammam bin Yahya seperti dalil yang menunjukkan bahwa 'Atho` tidak mendengar haditsnya dari Jabir dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu: "Barang siapa yang memiliki tanah hendaknya dia menanaminya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Akad jual beli dan kesepakatan sewa lahan harus jelas tanpa ada syarat yang disembunyikan.
- Sangat dianjurkan bagi setiap pemilik tanah lahan pertanian untuk menanaminya agar menjadi produktif.
- Dilarang keras menyewakan tanah menggunakan sistem pembayaran berupa hasil panen dari lahan itu sendiri.
- Menjaga keterbukaan saat berbisnis akan menghindarkan masyarakat dari percekcokan.
