Sunan an-Nasai Hadits 3822 - Penjelasan Haql dan Hubungannya dengan Muzabanah
Larangan Praktik Haql (Muzabanah) dalam Pengelolaan Sawah
Sunan an-Nasai : 3822
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3822
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِدْرِيسَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ نُعَيْمٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْحَقْلِ وَهِيَ الْمُزَابَنَةُ خَالَفَهُ هِشَامٌ وَرَوَاهُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ
Jabir bin Abdullah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari haql yaitu muzabanah. Hadits tersebut diselisihi oleh Hisyam, dan diriwayatkan dari Yahya dari Abu Salamah dari Jabir.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dilarang bertransaksi menggunakan sistem tebak-tebakan hasil bumi yang belum pasti untung ruginya.
- Praktik haql dilarang keras karena di dalamnya terdapat unsur ketidakjelasan layaknya akad muzabanah.
- Perjanjian menyewa lahan harus bersih dari tekanan bayaran memakai hasil panen yang bisa gagal kapan saja.
