Sunan an-Nasai Hadits 3841 - Hukum Sewa Tanah Kosong
Halalnya Menyewa Lahan Kosong
Sunan an-Nasai : 3841
Sunan an-NasaiNomor Hadis 3841
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ وَكِيعٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ رَافِعَ بْنَ خَدِيجٍ عَنْ كِرَاءِ الْأَرْضِ الْبَيْضَاءِ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ فَقَالَ حَلَالٌ لَا بَأْسَ بِهِ ذَلِكَ فَرْضُ الْأَرْضِ رَوَاهُ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ قَيْسٍ وَرَفَعَهُ كَمَا رَوَاهُ مَالِكٌ عَنْ رَبِيعَةَ
Hanzhalah bin Qais Diriwayatkan dari:
Saya bertanya kepada [Rafi' bin Khadij] mengenai penyewaan tanah kosong dengan imbalan emas dan perak. Dia menjawab: "Halal, tidak mengapa dengannya, hal itu adalah upah tanah. Yahya bin Sa'id meriwayatkannya dari Hazhalah bin Qais dan dia merafa'kannya sebagaimana Malik meriwayatkannya dari Rabi'ah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Lahan atau tanah kosong berhak disewakan kepada orang lain untuk digarap demi kemaslahatan bersama.
- Sistem pembayaran sewa dengan menggunakan uang (emas dan perak) dianggap halal dan menjadi hak penuh pemilik tanah.
- Islam menyukai kejelasan akad sejak awal sebelum sebuah kerjasama bisnis atau pertanian dimulai.
